

Long weekend yang dahsyat

 

 


Jadi ya nanti malem jalan, siapin semuanya aku baca sms dari sita, temen jalan ku yang kerja di daerah gatsu, dan 2 tahun usianya di bawah gw.

Kami ber 4 memang berencana pergi ke sebuah tempat, dan kebetulan juga ada teman kami yang melepas lajang sebut dia sandra, dan kami sudah mengatur rencana yang luar biasa.

Acara diadakan selama 4 hari, tapi gw dan sita hanya bisa 2 hari terakhir saja, bisa joint dengan mereka, tetapi waktu tersisa itulah yang memberikan kesan sampai hari ini.

Sita memang gila, bawa mobil seperti kesetanan, mungkin sudah tidak sabar untuk secepatnya sampai ke tempat tujuan, karena akan ada pertunjukan yang sungguh luar biasa. Tak sampai satu jam kami telah tiba, dan disambut dengan yang lain yang sebelumnya sudah menginap di sana selama 2 malam.

macet nga? Tanya reni ke pada kami berdua.
nggak tuh hampir barengan kami menjawab.

Persiapan sudah matang, chivas dan beberapa merk minuman beralkohol menghiasi meja yang ada di kamar sebuah hotel di luar Jakarta, dan telah kita booking untuk 4 hari, dan tak lupa 2 buah dildo sudah menunggu majikan-majikannya untuk memberikan kenikmatan.

Kami berempat mandi bersama di dalam kamar mandi yg begitu luas, tangan kami mulai lincah menyabuni tubuh kami bergantian, aku mulai mengosok selangkangan Sandra yang begitu mulus, lidahku sudah tak tahan lagi mencari puting Sandra yang berwarna coklat muda, Sandra hanya mendesis dan memejamkan matanya seakan begitu menikmati sapuan lidah gw di setiap inchi tubuhnya.

Gw melirik reni dan sita, mereka berdua ambil posisi 69, dan lebih gila lagi mereka melakukan itu di depan pintu kamar mandi sehingga aku dan Sandra dengan jelas melihat adegan demi adegan, reni dengan perlahan menyapu selangkangan sita dengan buas, tak kalah sita menjilati seluruh memek reni dengan gerakan memutar-mutar.

Tanpa kami sadari cumbuan reni dan sita semakin memacu gairah kami berdua, bergesas aku ambil dildo untuk menyodok memek Sandra, tiba-tiba terdengar suara pintu di ketok dari luar.

Siapa? tanyaku setengah berteriak.
Saya jawabnya tak kalah singkat.

Bergegas aku sambar handuk dan aku segera membuka pintu. ssstttt jangan berisik, kamu buruan ngumpet di situ bisikku sambil menunjuk ke balik sofa yg lumayan besar.

siapa dew?? teriak Sandra yang sudah tak sabar menunggu jilatan-jilatan mautku.
salah kamar say ku bergegas menuju kamar mandi, untuk melanjutkan kenikmatan yang tertunda.

Tak berapa lama kami sama-sama menuju tempat tidur yang lumayan besar, untuk 5-6 orang pun cukup sepertinya. Seperti rencana semula kita memang ingin memberikan sesuatu yang beda kepada Sandra.

Sesuai permintaan Sandra, penerangan di kamar bener-bener tak ada satupun yang menyala, hanya menyingkap sedikit hordeng di pojok ruangan. Sandra dengan santai telentang di atas kasur tiba-tiba Sita sudah mengangkangi muka Sandra sehingga tepat di bibir Sandra mengganga lubang vagina sita, yg beraroma sunguh wangi, mungkin karena di sabunin sewaktu mandi.

Sandra dengan lahap melumat semua permukaan vagina sita, sedangkan aku menjilati dan memutarkan lidah ku mengikuti putaran pentil Sandra yang sudah mulai mengeras, reni telah bersiap diri memakai dildo, dia mengkaitkan ikatan dildo ke pinggang rampingnya, dan siaplah reni dengan dildo pasangan yg bener2 nga aku sangka dia sungguh sexy.

ren, mainkan ren..gw dah nga sabar neh rengek Sandra ke reni
sabar say, waktu kita masih banyak kok reni sambil mengosoknya dildo ke klitoris Sandra yang juga sudah mengeras.

Tiba-tiba reni sudah melumat klitoris dan menusuk2kan lidahnya ke lobang vagina Sandra yang sudah mengeluarkan lendir, dan..sssssssssssttttttt hanya suara itu yg ku dengar dari mulut Sandra.

Sejenak reni berdiri, saat itulah temenku si ardy telah mengantikan posisi reni, karena situasi gelap atau memang Sandra telah betul-betul terangsang, dia tanpa menaruh curiga begitu menikmatin gesekan kepala kontol ardy ke klito Sandra, dengan wajah penuh memek sita, Sandra tak bisa melihat sekeliling ruangan karena seluruh wajahnya tertutup oleh memek sita.

Aku lihat sita makin mengila, dia buka kakinya lebar2 agar lidah Sandra makin masuk, dan aku sendiri masih asik dengan pentil Sandra yang makin mengeras, dan oughhhhhh tiba2 reni mengoralku dari belakang karena posisi reni telah di gantikan oleh ardy, dan si ardy hanya memainkan saja pala kontolnya ke itil Sandra.

Keadaan seperti itu Cuma bertahan 10 menit, karena tiba-tiba teriakan Sandra membuyarkan permainan kita. Karena Sandra betul2 kenikmatan saat kontol si ardy mulai menghantam liang kenikmatan Sandra, dia menikmati betul saat ardy mulai mengendalikan permainan, di tarik di masukkan lagi.

Reni tak mau kalah dia trus mengolah memek ku dengan lidah dan jari2 lentiknya, terlihat sita sudah mulai orgasme..dia sedikit memepercepat gerakannya, dan liba2 cairan meleleh dari vagina sita, dan ku telan semuanya, sekarang giliran aku mengantikan posisi sita, Sandra masih beringgas melahap semuanya, daging yg menonjol di antara kedua pahaku.

Ardy semakin beringgas karena Sandra terus mempercepat gerakan, dan menekan painggul ardy agar semakin kuat membenamkan batang kemaluan ardy yg bener2 luar biasa, sudah besar dan keras sekali. Sesaat Sandra mengejang, memeknya menjepit kuat kontol ardy dan dia mengigit klito ku yang sedari tadi dia jilatin, seperti kucing menjilat anaknya.

akghhhhhhhhhhyes.. lengkuh Sandra merasakan kenikmatan yg luar biasa.
udah keluar say, gimana enak nga?? tanyaku
enak banget, luar biasa, dildo siapa seh??? serentak kami tertawa, sambil ku nyalakan lampu.

hah..!!!!!! jadi???? Sandra tak meneruskan kalimatnya, kami berfikir dia akan marah, ternyata dia Cuma tersipu malu. Kini giliran Sandra yang memuaskan kita, dan dia sangat paham betul, dia segera ke kamar mandi untuk membersihkan vaginanya yg penuh lendir dan tak berapa lama dia sudah mengangkang diatas kasur, taku melumat bibir Sandra dan sambil ku angkat kaki kanan Sandra ke atas, lalu kakiku masuk ke selangkangan Sandra, sekilas seperti gunting, sehingga memek Sandra dan memekku saling beradu.

Perlahan2 ku mulai mengesek2kan memekku ke memek Sandra, tanganku lincah sekali memainkan putting Sandra yang mulai mengeras

Ku lihat ardy mulai mengocok batang kemaluannya, yang sungguh luar biasa, menurut ardy dia sudah meminum 2 butir pil obat kuat, agar memuaskan kami ber4, tapi di sini ardy hanya jadi penonton, dan kesempatan ini di manfaatkan oleh sita, sita yang terlebih dahulu telah orgasme oleh lidah Sandra, sita duduk di atas pankuan ardy, sambil memasukkan kontol ardy ke memek sita.

Aku masih dengan Sandra yang sudah mulai terangsang oleh gesekan memekku, karena habis tercukur 4 hari yang lalu maka jembutku pun makin tajam menusuk2 bibir vagina Sandra, dan Sandra menikmati betul itilnya di gesek dengan jembut nakalku.

Sesaat kami sama-sama menikmatinya, setelah beberapa saat barulah Sandra merosot menuju memekku, di masukkannya 2 jarinya ke lubang memekku yg sudah mulai basah, dan lidahnya begitu lincah bermain di atas dan di dalam lubang senggamaku.

Tak berapa lama aku telah orgasme, dan ternyata Sandra ingin menikmati kontol ardy kembali, di tariknya ardy ke ranjang dan terjadi bergumulan antara ardy, sita dan reni akhirnya mereka terkulai lemas bersama, kami melakukan hingga pagi haridan sungguh di luar kendali kami.

-TAMAT-



 

Pengirim: fia (sylvia_saint_mania@yahoo.com)

 

Penilaian Pembaca: Bagus = 46%, Cukup = 50%, Jelek = 4%

 

     
